Sabtu

mirip calo di terminal persinggahan


Rupanya saya harus belajar lebih giat dan mempersiapkan diri, bahwa orang-orang yang selalu membuatku tersenyum dan kerap menenangkanku dalam gundah, adalah mereka yang datang dalam kehidupanku untuk sesaat, lalu pergi begitu saja. Perlahan kusadari jika semakin mirip pula diri ini dengan calo di terminal persinggahan, yang mencari dan menaikkan penumpang, lalu mendapat sedikit upah yang biasanya tak cukup membeli senyum sebagai penutup lelah.